Analisis EUR/USD 5M

Pasangan EUR/USD memulai penurunan baru pada hari Jumat, yang secara efektif dipicu oleh satu peristiwa — laporan inflasi Jerman. Setidaknya terdapat empat rilis data kunci pada hari itu: dua mendukung euro, dan dua lainnya berlawanan dengannya. Bisa ditebak, laporan mana yang direspons pasar? Tentu saja, yang mendukung dolar. CPI tahunan Jerman turun dari 3,3% menjadi 2,8% pada Oktober, dan itu sudah cukup bagi pasar untuk mengabaikan data PDB yang lebih kuat, baik untuk Jerman maupun untuk zona euro secara keseluruhan. Pelaku pasar menyimpulkan bahwa jika inflasi dalam ekonomi terbesar zona euro melambat, European Central Bank mungkin akan meninggalkan rencana pengetatan lebih lanjut atau mengambil sikap yang lebih dovish. Namun, pada kenyataannya, satu laporan ini saja tidak menentukan kebijakan. Pertama, Jerman hanyalah satu negara anggota Uni Eropa, sementara inflasi di kawasan euro secara keseluruhan masih terus meningkat. Kedua, ECB masih mengincar setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi pada Desember. Kami baru akan menafsirkan pergeseran menuju ECB yang lebih dovish jika inflasi di seluruh kawasan euro melambat secara signifikan — dan itu pun hanya jika konflik di Timur Tengah sudah bergerak jelas ke arah penyelesaian. Harga minyak sudah nyaman diperdagangkan di atas $110/barel; jika konflik kembali memanas setelah pemilihan presiden AS, harga bisa menuju $150 musim dingin ini, dan dalam kondisi seperti itu isu disinflasi praktis tidak relevan.
Secara teknikal, tren penurunan mungkin sudah mendekati titik jenuhnya karena garis tren telah ditembus. Jika harga mampu menembus garis Senkou Span B secara meyakinkan, peluang bullish untuk euro akan membaik secara signifikan. Namun untuk saat ini, pasar kembali menunjukkan minat yang minim untuk melakukan pembelian.
Pada timeframe 5 menit, beberapa sinyal trading terbentuk pada hari Jumat, tetapi semuanya berujung palsu. Laporan inflasi Jerman merusak sentimen bullish — pelaku pasar sebelumnya sudah memosisikan diri untuk rally di dalam kisaran.
Laporan COT
Laporan COT terbaru tertanggal 27 Oktober. Pada timeframe mingguan, posisi bersih trader non-komersial masih bearish dan turun tajam sepanjang 2026 di tengah gejolak geopolitik. Selama delapan bulan terakhir, para trader terus keluar dari euro dan beralih ke dolar AS. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, dan dolar dari waktu ke waktu kembali berperan sebagai mata uang cadangan.
Kendati demikian, secara fundamental kami masih belum melihat alasan yang kuat untuk menopang penguatan dolar AS secara berkelanjutan. Perang di Timur Tengah sempat membuat dolar sangat menarik, dan sikap kebijakan Federal Reserve untuk kedua kalinya tahun ini kembali mengejutkan pasar. Dalam jangka panjang, euro dapat turun hingga sekitar $1,08 (garis tren), tetapi tren naik jangka panjangnya masih terjaga. Belakangan ini, pasar hanya memasukkan faktor-faktor yang positif bagi dolar dan mengabaikan faktor lainnya.
Susunan garis indikator merah dan biru menunjukkan keunggulan pihak penjual. Dalam pekan pelaporan terakhir, posisi beli kelompok "Non‑commercial" bertambah 4.200, sedangkan posisi jual naik 13.600. Dengan demikian, posisi bersih kembali turun sebanyak 9.400 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD 1H
Pada timeframe satu jam, EUR/USD berpotensi membentuk tren naik tetapi saat ini masih terjebak dalam channel sideways. Jika melihat grafik harian dan mingguan, peluang munculnya tren kuat dan bertahan lama tetap tinggi. Namun, agar euro dapat naik, euro harus dibeli — dan selama dua bulan terakhir kita belum melihat minat pasar yang besar terhadap euro. Berdasarkan sentimen saat ini, prospek penguatan euro yang berkelanjutan masih terlihat meragukan.
Untuk 2 November kami menyoroti level-level trading berikut — 1,1006, 1,1115, 1,1154–1,1165, 1,1221, 1,1274, 1,1362–1,1368, 1,1461–1,1473, 1,1536–1,1542, 1,1585, 1,1657–1,1665, serta garis Ichimoku Senkou Span B (1,1191) dan Kijun-sen (1,1160). Garis-garis Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, jadi perhitungkan hal ini ketika mengevaluasi sinyal. Ingat untuk memindahkan Stop Loss ke level breakeven setelah harga bergerak 15 pip ke arah yang benar untuk melindungi posisi dari kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Pada hari Senin, rilis penting hanya indeks manufaktur ISM AS; publikasi lainnya bersifat sekunder. Beberapa peristiwa besar di akhir pekan berpotensi memicu volatilitas tinggi dan pembalikan tajam.
Ringkasan analisis di atas:
Para trader dapat mempertimbangkan posisi jual di dekat 1,1115 jika harga bertahan di bawah area 1,1154–1,1165. Jika harga bertahan di atas garis Senkou Span B, pertimbangkan posisi beli di 1,1221 dan 1,1274.
Catatan mengenai grafik:
- Level harga support/resistance (garis merah tebal) adalah area di mana pergerakan harga dapat berhenti; level ini bukan sumber sinyal secara langsung.
- Kijun-sen dan Senkou Span B — garis Ichimoku yang diproyeksikan dari timeframe 4 jam ke grafik satu jam — merupakan level yang kuat.
- Level ekstrem (garis merah tipis) adalah titik pantulan sebelumnya dan berfungsi sebagai sumber sinyal.
- Garis kuning menunjukkan garis tren, saluran tren, dan pola teknikal lainnya.
- Indikator 1 pada grafik (COT) menunjukkan ukuran posisi bersih untuk setiap kategori pelaku pasar.